Kisah Penuh Misteri di Morowali: Temuan Jejak Genetik Pulau Wallacea yang Menyentuh Sejarah Kuno

Juli 28, 2023 - 05:19
Juli 28, 2023 - 05:20
 0  69
Kisah Penuh Misteri di Morowali: Temuan Jejak Genetik Pulau Wallacea yang Menyentuh Sejarah Kuno
Pintu masuk gua situs Topogaro 2 di kompleks gua Topogaro di pulau Sulawesi Tengah. Topogaro 2 telah digali sejak 2016. Sisa-sisa manusia dari 2.000 tahun terakhir telah ditemukan di lapisan atas. Foto: © Rintaro Ono / archaeologie-online.de

BUNGKU BARAT - Situs Topogaro, yang telah menjadi bagian berharga dari sejarah Pulau Wallacea di Indonesia Timur, kini terancam oleh lokasi aktivitas pertambangan di kawasan perusahaan industri PT. BTIIG. Warga Morowali dengan haru besar berharap agar situs bersejarah ini dapat terus terjaga dengan baik.

Foto lokasi gua yang berdekatan dengan aktivitas perusahaan

Dari sumber situs jerman archaeologie-online.de merilis sebuah artikel bahwa pulau-pulau Wallacea di Indonesia Timur telah menyimpan misteri sejarah pemukiman manusia modern sejak zaman dahulu. Baru-baru ini, sebuah penelitian yang dipimpin oleh tim peneliti internasional dari Max Planck Institutes for Evolutionary Anthropology di Leipzig dan for Human History di Jena, bersama dengan Senckenberg Center for Human Evolution and Palaeoenvironment di University of Tübingen, mengungkap temuan menarik tentang pencampuran genetik manusia di kawasan tersebut.

Sebagai koridor migrasi manusia modern ke daratan Australia dan New Guinea, Pulau Wallacea menjadi saksi bisu pergeseran budaya dan pertemuan berbagai kelompok manusia. Studi genetik sebelumnya menghasilkan tanggal pencampuran yang tidak konsisten, namun penelitian terbaru yang menganalisis DNA individu berusia 16 ribu tahun dari pulau-pulau di Wallacea membawa pemahaman baru tentang sejarah pemukiman kuno di wilayah ini.

Para peneliti menemukan bukti pencampuran genetik ganda dari orang-orang dengan asal beragam dari daerah tetangga di Asia dan Oseania, yang terjadi setidaknya 3.000 tahun yang lalu. Temuan mengejutkan juga muncul dari jejak genetik dari daratan Asia Tenggara yang secara tiba-tiba muncul dalam sejarah pemukiman di pulau-pulau selatan Wallacea. Rupanya, orang-orang dari daratan Asia Tenggara dan Papua telah berbaur jauh sebelum gen dari kelompok berbahasa Austronesia datang.

“Jejak genetik dari daratan Asia Tenggara membingungkan saya. Saya menduga mereka berasal dari kelompok yang relatif kecil, mungkin petani awal yang bepergian secara luas tetapi tidak meninggalkan jejak arkeologi atau linguistik di sepanjang jalan. Setelah kedatangan mereka, populasi mereka kemudian bertambah besar," ungkap Peter Bellwood, seorang peneliti yang telah lama bekerja sebagai arkeolog di kepulauan Asia Tenggara.

Penemuan ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah migrasi manusia di Wallacea, dan berkontribusi pada penelitian arkeologi di kawasan tersebut. Selain itu, studi ini juga menyoroti waktu pencampuran genetik di Asia dan Papua, menegaskan bahwa percampuran tersebut telah berlangsung selama minimal 3.000 tahun.

Selain penelitian tentang Wallacea selatan, tim peneliti juga membandingkan data genomik baru dengan data sebelumnya dari individu pra-Neolitik dari pulau Wallacea lainnya, termasuk Sulawesi. Temuan ini menunjukkan bahwa kedekatan antara wilayah Asia Tenggara dan Papua lebih erat daripada yang pernah dikira sebelumnya.

Studi ini menjadi tonggak penting dalam memahami sejarah pemukiman manusia di Pulau Wallacea. Penelitian yang mendalam tentang jejak genetik kuno ini membawa kita lebih dekat pada pemahaman tentang masa lalu, membuka pintu misteri yang telah lama tersembunyi di wilayah ini. Semoga penemuan ini dapat memberikan dorongan bagi upaya pelestarian situs bersejarah dan warisan budaya yang tak ternilai harganya di Morowali.