Eskalasi Timur Tengah: 14 Kota Israel Jadi Target Serangan Rudal Iran
Serangan rudal Iran ke 14 kota Israel, 107 tewas, ketegangan Timur Tengah meningkat.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam setelah serangan rudal dari Iran ke Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026. Hingga 1 Maret 2026, total korban jiwa di Israel dilaporkan mencapai 107 orang, dengan sejumlah lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.
Serangan tersebut menyasar sejumlah kota besar dan wilayah strategis di Israel. Di antaranya adalah Tel Aviv, Yerusalem, Haifa, Ashdod, Ashkelon, Beer Sheva, Beit Shemesh, Bnei Brak, Dimona, Hebron, Rehovot, Tamra, serta Tirat Carmel.
Di Tel Aviv dan Yerusalem, sirene peringatan berbunyi berulang kali saat sistem pertahanan udara diaktifkan untuk mencegat rudal yang masuk. Beberapa ledakan terdengar di area permukiman, menyebabkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur sipil. Di Haifa dan Ashdod, tim darurat dikerahkan untuk mengevakuasi warga serta menangani dampak ledakan.
Sementara itu, di Beer Sheva dan Dimona, aparat keamanan meningkatkan pengamanan di sekitar fasilitas strategis. Kondisi serupa terjadi di kota-kota lain yang terdampak, termasuk Ashkelon dan Bnei Brak, di mana warga diminta tetap berada di tempat perlindungan hingga situasi dinyatakan aman.
Pemerintah Israel menyatakan berada dalam status siaga penuh dan menegaskan akan mengambil langkah tegas untuk menjamin keamanan nasional. Di sisi lain, Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait rincian operasi yang dilaporkan tersebut.
Komunitas internasional menyerukan penahanan diri dari kedua belah pihak guna mencegah eskalasi lebih lanjut. Sejumlah negara besar menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan yang berpotensi meluas dan memengaruhi stabilitas regional maupun global.
Hingga kini, situasi di lapangan masih berkembang. Otoritas setempat terus melakukan pendataan korban dan menilai dampak kerusakan infrastruktur. Dunia internasional pun terus memantau perkembangan konflik yang dikhawatirkan dapat memicu krisis keamanan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.