Angin Segar bagi Anak Lokal Morowali: Aspirasi Laskar To Boengkoe Membuahkan Hasil, Tenaga Kerja Lokal Kini Jadi Prioritas Utama

Pertemuan antara manajemen PT. Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) dan Laskar To Boengkoe pada 02 Mei 2026 di Topogaro menghasilkan kesepakatan strategis yang berpihak pada masyarakat lokal.

Mei 2, 2026 - 18:41
 0  53
Angin Segar bagi Anak Lokal Morowali: Aspirasi Laskar To Boengkoe Membuahkan Hasil, Tenaga Kerja Lokal Kini Jadi Prioritas Utama

Bungku Barat - Upaya berkelanjutan yang dilakukan komunitas adat Laskar To Boengkoe dalam memperjuangkan hak-hak tenaga kerja di wilayah Morowali kini membuahkan hasil nyata. Berawal dari surat aspirasi yang dilayangkan pada 17 April 2026 kepada manajemen PT Hanrui Nickel Indonesia dan PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP), tuntutan tersebut telah direspons secara positif dalam sebuah pertemuan resmi pada 02 Mei 2026. Hasil kesepakatan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat lokal yang selama ini menanti kejelasan peluang kerja di kawasan industri PT. BTIIG.

Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani di Topogaro, manajemen PT. Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) secara tegas berkomitmen untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja yang memiliki NIK lokal (7206) di seluruh kawasan industrinya. Selain prioritas domisili, disepakati pula mekanisme rekrutmen yang lebih transparan guna memastikan proses seleksi berjalan secara adil dan bersih dari praktik nepotisme. Untuk mengawal implementasi ini, perusahaan telah menunjuk perwakilan khusus yang bertugas mengakomodir para pelamar lokal, sehingga komunikasi antara masyarakat dan pihak manajemen dapat terjalin lebih efektif.

Langkah strategis ini juga mencakup komitmen bersama dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) yang seringkali merugikan calon pekerja. Baik pihak perusahaan maupun Laskar To Boengkoe sepakat akan mengambil tindakan hukum tegas terhadap oknum manapun yang terbukti melakukan penyimpangan dalam proses rekrutmen. Kesepakatan ini tidak hanya membuka pintu lapangan kerja lebih lebar bagi putra daerah, tetapi juga membangun fondasi hubungan yang lebih harmonis antara sektor industri dan masyarakat adat di Morowali.