Pasar Mingguan Desa Bente Lesu, Sinyal Melemahnya Ekonomi Bungku Tengah Jelang Lebaran

H-4 Idul Fitri, Pasar Tradisional Desa Bente di Bungku Tengah terpantau sepi meski jatuh pada hari pasar (Selasa). Aktivitas perdagangan yang biasanya hingga sore kini berhenti pukul 11.00 WITA, menandakan melemahnya perputaran ekonomi lokal menjelang lebaran."

Mei 17, 2026 - 20:08
 0  12
Pasar Mingguan Desa Bente Lesu, Sinyal Melemahnya Ekonomi Bungku Tengah Jelang Lebaran
Suasana Pasar Tradional Desa Bente H-4 Idul Fitri

Bungku Tengah - Hari Selasa yang seharusnya menjadi puncak perputaran ekonomi bagi warga Desa Bente dan sekitarnya, kini menyisakan pemandangan yang tak biasa. Memasuki H-4 Hari Raya Idul Fitri, aktivitas di Pasar Tradisional Desa Bente terpantau sangat sepi, jauh dari hiruk-pikuk tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai pasar mingguan yang hanya beroperasi setiap hari Selasa, hari ini merupakan kesempatan terakhir bagi warga untuk memenuhi kebutuhan lebaran. Namun, pantauan di lapangan menunjukkan penurunan aktivitas yang signifikan. Jika pada musim lebaran tahun lalu pedagang mampu bertahan melayani pembeli hingga pukul 15.00 WITA, hari ini pasar sudah mulai ditinggalkan pengunjung sejak pukul 11.00 WITA. 

Kondisi ini menjadi indikator kuat melemahnya daya beli masyarakat serta lesunya perputaran keuangan di wilayah Kecamatan Bungku Tengah. Sepinya transaksi di pasar utama ini memberikan sinyal bahwa ekonomi lokal tengah menghadapi tantangan berat, bahkan di tengah momentum hari raya yang biasanya memicu lonjakan konsumsi.

"Biasanya kalau hari pasar terakhir sebelum lebaran, dari pagi sampai sore itu padat sekali. Tapi hari ini, jam 11 siang saja sudah banyak lapak yang kosong," ungkap salah seorang warga di lokasi.

Fenomena ini memicu kekhawatiran di kalangan pedagang lokal yang menggantungkan harapan pada momen tahunan ini. Lesunya aktivitas pasar di Desa Bente hari ini mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat yang perlu menjadi perhatian bagi pemangku kebijakan setempat.