SNNU Dorong PT IGIP Prioritaskan Masyarakat Sambalagi dalam Tenaga Kerja dan Rantai Pasok
SNNU mendorong mekanisme rekrutmen yang terbuka melalui Pemerintah Desa Sambalagi serta peluang bagi produk perikanan dan kelautan masyarakat Morowali masuk ke rantai pasok kawasan industri.
SOMBORI KEPULAUAN — Keberadaan PT International Green Industrial Park (IGIP) di Kabupaten Morowali didorong tidak hanya menjadi bagian dari pertumbuhan kawasan industri, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan, khususnya masyarakat Desa Sambalagi yang berada langsung di wilayah sekitar kawasan industri.
Dorongan tersebut disampaikan Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) melalui Jumadil L. Dj. Abd Salam, Koordinator SNNU Wilayah Indonesia Timur.
Jumadil mengatakan, pertumbuhan kawasan industri idealnya berjalan beriringan dengan peningkatan kesempatan ekonomi bagi masyarakat lokal. Manfaat tersebut, menurutnya, tidak hanya diwujudkan melalui pembukaan lapangan kerja, tetapi juga dengan memberikan akses kepada masyarakat terhadap rantai pasok dan peluang kemitraan usaha di kawasan industri.
Rekomendasi Tenaga Kerja Desa Perlu Diakomodasi
Jumadil menekankan pentingnya membangun mekanisme yang jelas dalam perekrutan tenaga kerja masyarakat lokal.
Ia mendorong agar rekomendasi tenaga kerja masyarakat Desa Sambalagi melalui Pemerintah Desa menjadi salah satu bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja PT IGIP, termasuk perusahaan kontraktor, subkontraktor, maupun perusahaan lain yang beraktivitas di dalam kawasan.
“Rekomendasi masyarakat Desa Sambalagi harus mutlak dan wajib diakomodir oleh PT International Green Industrial Park (IGIP), termasuk seluruh kontraktor, subkontraktor dan perusahaan yang berada di dalam kawasan,” tegas Jumadil.
Menurutnya, hal tersebut bukan berarti perusahaan harus mengabaikan standar kompetensi ataupun prosedur seleksi tenaga kerja. Sebaliknya, yang diperlukan adalah mekanisme resmi, terbuka dan transparan agar masyarakat desa memperoleh informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja sekaligus kesempatan mengikuti proses rekrutmen.
Setiap kebutuhan tenaga kerja, lanjutnya, dapat disampaikan kepada Pemerintah Desa Sambalagi sehingga tenaga kerja lokal dapat direkomendasikan berdasarkan kebutuhan dan kualifikasi pekerjaan yang tersedia.
Apabila sebagian masyarakat belum memiliki kompetensi maupun sertifikasi yang dipersyaratkan industri, Jumadil menilai kondisi tersebut perlu dijawab melalui program pelatihan, sertifikasi dan peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal.
Hasil Perikanan dan Kelautan Lokal Perlu Masuk Rantai Pasok
Selain sektor ketenagakerjaan, SNNU juga menyoroti potensi ekonomi masyarakat Morowali dari sektor perikanan dan kelautan.
Dalam kapasitasnya sebagai Koordinator SNNU Wilayah Indonesia Timur, Jumadil mendorong agar PT IGIP beserta perusahaan yang beraktivitas di dalam kawasan membuka peluang bagi hasil perikanan dan kelautan masyarakat Kabupaten Morowali untuk masuk ke dalam rantai pasok kawasan.
Prioritas, menurutnya, dapat diberikan kepada masyarakat Desa Sambalagi sebagai wilayah yang berada langsung di sekitar kawasan, kemudian dikembangkan kepada masyarakat dan pelaku usaha lokal lainnya di Kabupaten Morowali.
Kebutuhan konsumsi karyawan, katering, penyedia makanan, mess, restoran serta kebutuhan lain yang relevan dinilai dapat menjadi ruang bagi penyerapan produk masyarakat lokal.
Namun demikian, penyerapan produk tersebut tetap perlu mengikuti standar kualitas, keamanan pangan, kontinuitas pasokan serta ketentuan pengadaan yang berlaku di perusahaan.
“Masyarakat lokal jangan hanya menjadi penonton pertumbuhan industri. Kalau kawasan membutuhkan tenaga kerja, berikan akses kepada masyarakat Desa Sambalagi. Kalau kawasan membutuhkan pasokan konsumsi, buka pula ruang bagi produk masyarakat lokal,” ujar Jumadil.
Mendorong Hubungan Industri dan Masyarakat yang Lebih Terukur
SNNU mendorong agar hubungan antara kawasan industri dan masyarakat dibangun melalui mekanisme yang jelas setidaknya dalam tiga sektor utama, yakni tenaga kerja, rantai pasok dan kemitraan.
Pada sektor tenaga kerja, masyarakat lokal perlu memperoleh akses informasi dan kesempatan untuk mengikuti kebutuhan rekrutmen sesuai kompetensi.
Pada sektor rantai pasok, produk masyarakat lokal perlu mendapatkan ruang untuk memenuhi kebutuhan kawasan sepanjang memenuhi persyaratan perusahaan.
Sementara pada sektor kemitraan, pelaku usaha lokal diharapkan memiliki peluang untuk berkembang seiring dengan pertumbuhan aktivitas industri.
Karena itu, Jumadil mendorong adanya dialog resmi yang melibatkan PT IGIP, Pemerintah Desa Sambalagi dan perwakilan masyarakat untuk membahas mekanisme rekrutmen tenaga kerja serta peluang kemitraan ekonomi masyarakat.
“Kami tidak ingin hubungan industri dan masyarakat hanya berhenti pada komunikasi. Harus ada mekanisme yang jelas, terbuka dan dapat dievaluasi bersama,” katanya.
Menurut Jumadil, keberadaan kawasan industri harus mampu menciptakan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.
“Industri tidak boleh hanya tumbuh di tengah masyarakat. Industri harus tumbuh bersama masyarakat.”
Ia menambahkan, Desa Sambalagi sebagai desa yang berada langsung di sekitar kawasan perlu mendapatkan perhatian dalam akses pekerjaan, kemitraan usaha dan rantai pasok. Pada saat yang sama, peluang ekonomi yang muncul dari aktivitas kawasan industri diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Morowali.