Bungku Tengah Bergema: Penolakan IUP Mineral Logam Terus Bersuara dengan Keras di Desa Bahomoleo

NULL

Mei 24, 2025 - 05:40
 0  0
Bungku Tengah Bergema: Penolakan IUP Mineral Logam Terus Bersuara dengan Keras di Desa Bahomoleo
Warga Desa Bahomoleo Kecamatan Bungku Tengah Pajang Spanduk Cabut IUP

BUNGKU TENGAH - Aksi penolakan warga terhadap Izin Usaha Pertambangan (IUP) Mineral Logam di Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, terus menggema dengan penuh ketegasan. Kali ini, Desa Bahomoleo menjadi pusat perhatian dengan pemasangan spanduk-spanduk perlawanan di sepanjang jalan desa, menunjukkan bahwa semangat mereka tidak surut. Walaupun Bupati Morowali telah menandatangani kesepakatan bersama Aliansi Tepeasa Moroso mengenai penolakan tersebut pada 18 Juli 2023, tetapi semangat perjuangan warga tetap berkobar dan suara penolakan mereka terus terdengar hingga IUP yang tidak diinginkan benar-benar dicabut.



Spanduk-spanduk yang terpasang di Desa Bahomoleo mencantumkan pesan yang tegas, "BAHOMOLEO TOLAK DAN CABUT IUP #kita moleo #hidup rakyat #hidup petani!" . Perwakilan dari Aliansi Tepeasa Maroso menegaskan komitmen mereka untuk terus memastikan pencabutan IUP terlaksana. Bagi warga, penolakan ini bukan sekadar tentang hak atas tanah dan sumber daya alam, melainkan juga merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam melindungi lingkungan dan mencapai kesejahteraan bagi masyarakat di Kecamatan Bungku Tengah.



Taufik, Ketua Koordinator Aliansi Tepeasa Moroso, menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi Pemerintah Daerah untuk menunda rekomendasi pencabutan IUP ke provinsi dan kementerian terkait. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2019-2039 telah final dan dengan jelas menetapkan wilayah Bungku Tengah bukan sebagai area tambang mineral logam. Selain itu, wilayah ini memiliki peran strategis sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Morowali, serta menjadi kawasan pertanian yang sangat penting bagi masyarakat. Terdapat juga banyak situs sejarah Bungku yang perlu dilindungi dan dijaga keberlangsungannya.



Penolakan warga Bungku Tengah ini mencerminkan tingginya kepekaan masyarakat terhadap isu lingkungan dan dampak dari kegiatan pertambangan. Aksi protes ini lebih dari sekadar sorakan, namun merupakan panggilan keras kepada semua pihak untuk benar-benar mendengarkan aspirasi masyarakat dan bertindak secara tegas dan berkelanjutan. Semangat perlawanan warga Bungku Tengah terus berkobar, mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam dan menghargai hak-hak masyarakat dalam menjaga lingkungan yang lestari.



Penolakan yang bergema ini menegaskan bahwa warga Bungku Tengah tidak akan berhenti sampai suara mereka didengar dan keputusan yang berpihak pada lingkungan dan kesejahteraan masyarakat diwujudkan. Ini adalah cerita tentang keberanian, tekad, dan semangat perjuangan yang tak tergoyahkan untuk menjaga keindahan alam dan hak-hak masyarakat di Kecamatan Bungku Tengah. Tutup taufik.