Dugaan Praktik Calo Tenaga Kerja di Kawasan Industri Bungku Barat, Anak Lokal Diklaim Terpinggirkan

Dugaan praktik calo tenaga kerja di PT IHIP dan PT Hanrui Nickel Indonesia, Bungku Barat, Morowali kembali mencuat. Laskar To Boengkoe terima banyak keluhan anak lokal.

April 17, 2026 - 00:26
 0  25
Dugaan Praktik Calo Tenaga Kerja di Kawasan Industri Bungku Barat, Anak Lokal Diklaim Terpinggirkan
Foto : ilustrasi

Bungku Barat  – Isu prioritas penyerapan tenaga kerja lokal kembali menjadi sorotan tajam di lingkar industri nikel Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali. Keresahan warga terkait dugaan praktik perantara atau "calo" dalam proses rekrutmen di PT Indonesia Huabao Industrial Park (PT IHIP) dan PT Hanrui Nickel Indonesia kini memasuki babak baru menyusul banyaknya laporan yang masuk melalui kanal digital masyarakat.

Organisasi masyarakat Laskar To Boengkoe mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, grup WhatsApp resmi organisasi dipenuhi oleh aduan dan keluhan dari anak daerah. Laporan-laporan tersebut umumnya bernada serupa: sulitnya menembus seleksi kerja meski kualifikasi terpenuhi, sementara dugaan adanya "jalur belakang" melalui perantara semakin santer terdengar.

“Grup WhatsApp kami terus menerima laporan dari pemuda-pemuda di Bungku Barat dan sekitarnya. Mereka merasa aspirasinya tersumbat. Sebagai wadah pemersatu anak lokal, kami tidak bisa tinggal diam melihat banyaknya bukti keluhan yang masuk secara langsung dari masyarakat bawah ini,” ungkap Muhlis, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Laskar To Boengkoe.

Sebagai organisasi sosial budaya yang berdiri untuk melestarikan kebudayaan suku Bungku, Laskar To Boengkoe memandang bahwa kesejahteraan tenaga kerja lokal adalah bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga identitas dan martabat masyarakat Morowali. Di tengah arus modernisasi dan investasi besar senilai Rp14 triliun, organisasi ini hadir untuk memastikan anak lokal tetap menjadi prioritas utama.

PT IHIP sebelumnya menyatakan komitmennya dalam pemberdayaan tenaga kerja lokal. Perusahaan pernah menjalin kerja sama dengan Badan Pelatihan Kerja (BLK) untuk pelatihan welder dan program rekrutmen terbuka melalui portal online resmi, dengan penekanan bahwa proses perekrutan tidak dipungut biaya apa pun. Sementara itu, PT Hanrui Nickel Indonesia juga secara berkala membuka lowongan untuk posisi teknis di lokasi Topogaro.

Hingga saat ini, belum ada respons resmi dari manajemen kedua perusahaan terkait dugaan praktik calo tersebut. Pihak perusahaan sebelumnya menegaskan bahwa rekrutmen dilakukan secara transparan melalui sistem online dan job fair untuk memberikan kesempatan yang adil bagi masyarakat sekitar.

Laskar To Boengkoe mengharapkan agar Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Morowali dan pemerintah kecamatan setempat segera melakukan verifikasi serta mediasi sehingga penyerapan tenaga kerja lokal dapat berjalan sesuai dengan komitmen investasi dan regulasi yang berlaku.

“Industri nikel di Morowali harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, bukan hanya kontribusi ekonomi nasional semata,” tegas muhlis.

Masyarakat yang merasa dirugikan diimbau untuk terus menyampaikan aspirasi melalui saluran resmi, baik kepada perusahaan maupun instansi pemerintah terkait, agar tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan di kemudian hari.