Tabrak Lari di Perairan Bungku: Nelayan Bahontobungku Terluka, Kapal Misterius Melarikan Diri

Nelayan terluka parah setelah kapal besi menabrak rumpon di perairan Bungku.

April 8, 2026 - 19:42
 0  1
Tabrak Lari di Perairan Bungku: Nelayan Bahontobungku Terluka, Kapal Misterius Melarikan Diri
Nelayan Bahontobungku Morowali korban tabrak lari kapal besi dirawat di Puskesmas

BUNGKU TENGAH – Nasib malang menimpa Irfan (38), nelayan asal Desa Bahontobungku, Kecamatan Bungku Tengah, Morowali. Ia menjadi korban tabrak lari oleh kapal bermaterial besi saat tengah beraktivitas di rumpon miliknya di perairan Bungku, Selasa (7/4/2026).

Insiden ini mengakibatkan korban mengalami luka serius di bagian kepala dan harus mendapatkan perawatan medis intensif. Hingga saat ini, kapal besi yang menabrak rumpon tersebut belum diketahui identitasnya dan dilaporkan langsung meninggalkan lokasi kejadian setelah tabrakan terjadi.

Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan korban, peristiwa bermula saat ia sedang memancing di atas rumpon. Tanpa disadari, sebuah kapal besi berukuran besar melaju ke arahnya dan langsung menghantam rumpon tempat korban berada.

"Korban sangat kaget karena kejadiannya tiba-tiba. Saat sedang fokus memancing di rumpon, kapal itu datang dan menabraknya," ujar Hanto, sahabat korban saat mendampingi di Puskesmas Bungku Tengah.

Pasca kejadian, Irfan segera dievakuasi oleh rekan nelayan lainnya ke Puskesmas Bungku Tengah. Namun, di tengah musibah yang menimpanya, pihak keluarga dan kerabat menyayangkan tingginya biaya pengobatan yang harus ditanggung secara mandiri oleh korban.

Hanto mengungkapkan rasa kecewanya terhadap beban biaya medis yang dinilai sangat memberatkan bagi seorang nelayan kecil.

"Kami sangat menyayangkan biaya pengobatan yang dibebankan kepada korban. Biayanya sangat mahal, padahal Irfan adalah korban kecelakaan di laut yang seharusnya mendapat perhatian lebih, apalagi pelakunya melarikan diri," tegas Hanto.

Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai upaya pengejaran kapal misterius tersebut. Masyarakat nelayan setempat berharap adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap lalu lintas kapal besar di wilayah perairan tangkap nelayan tradisional agar kejadian serupa tidak terulang kembali.