Udara Morowali Memburuk akibat Asap Lintas Daerah, H. Ahmad Hakim Imbau Warga Gunakan Masker

Ketua DPC PDI Perjuangan Morowali, H. Ahmad Hakim, mengimbau masyarakat menggunakan masker menyikapi kabut asap dan paparan debu industri.

Oktober 14, 2026 - 19:31
 0  25
Udara Morowali Memburuk akibat Asap Lintas Daerah, H. Ahmad Hakim Imbau Warga Gunakan Masker
Ketua DPC PDI Perjuangan, H. Ahmad Hakim

BUNGKU TENGAH – Kualitas udara di Kabupaten Morowali kian menjadi perhatian. Selain paparan debu dari aktivitas dan mobilitas industri, wilayah ini mulai terdampak kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan dan wilayah tetangga seperti Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan, H. Ahmad Hakim, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kembali disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.Ia menilai, kombinasi paparan kabut asap dan debu industri berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat, khususnya pengendara kendaraan bermotor dan pekerja lapangan, diminta untuk tidak mengabaikan perlindungan diri.

“Kondisi paparan udara di wilayah kita saat ini perlu menjadi perhatian bersama. Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran lahan di daerah sekitar, termasuk kiriman asap dari Kalimantan, berpotensi berdampak terhadap permukiman warga Morowali. Jika ditambah dengan paparan debu industri, tentu risiko gangguan kesehatan semakin perlu diwaspadai,” ujar H. Ahmad Hakim di Bungku, Rabu (14/10/2026).

Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan, terutama ketika asap atau debu mulai terlihat pekat. Selain itu, orang tua diminta membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah apabila kondisi udara memburuk.
Masyarakat juga dianjurkan mencukupi kebutuhan air putih serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau iritasi mata.

Menurutnya, menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik membutuhkan kesadaran dan kepedulian bersama. Langkah sederhana seperti menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat paparan asap meningkat dapat menjadi bagian dari upaya melindungi diri dan keluarga.

“Mari kita saling menjaga keselamatan bersama. Semangat gotong royong dan kesadaran untuk melindungi kesehatan diri serta keluarga menjadi kunci menghadapi kondisi cuaca dan kualitas udara yang kurang sehat ini,” tutup H. Ahmad Hakim.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara serta perkembangan penanganan karhutla dari instansi terkait.